Kategori: Berita

  • Uji Kualitas Air Calon Lokasi Tambak Garam

    Uji Kualitas Air Calon Lokasi Tambak Garam

    Pengujian Kualitas Air Usulan Calon Lokasi Pengembangan Tambak Garam

    Uji kualitas air adalah pengujian yang dilakukan untuk mengetahui kondisi air di suatu lingkungan. Uji ini dapat dilakukan untuk mengetahui kesuaian kualitassebagai calon lokasi pengembangan tambak garam

    Dalam rangka persiapan Kegiatan Pengembagan Tambak Garam Percontohan di Kec. Mawasangka Timur Tahun 2025, Dinas Perikanan Kabupaten Buton Tengah melakukan uji kualitas air pada usulan calon lokasi Pengembagan Tambak Garam Percontohan.

    Berikut Hasil Uji Kualitas air

  • Identifikasi dan Pemetaan dalam Fasilitasi PKKPRL bagi Masyarakat Lokal di Kabupaten Buton Tengah

    Identifikasi dan Pemetaan dalam Fasilitasi PKKPRL bagi Masyarakat Lokal di Kabupaten Buton Tengah

    Identifikasi dan Pemetaan PKKRPL

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

    Menindaklanjuti hasil kegiatan Koordinasi Awal Fasilitasi Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL) bagi Masyarakat Lokal yang telah dilaksanakan pada 25 – 28 Juni 2024, Dinas Perikanan bersama Tim Kerja Masyarakat Hukum Adat Direktorat Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Ditjen Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan, melaksanakan kegiatan Identifikasi dan Pemetaan dalam rangka Fasilitasi PKKPRL bagi Masyarakat Lokal di Kabupaten Buton Tengah pada tanggal 23 – 27 September 2024.  Tujuan Idenfikasi dan pemetaan ini adalah untuk mengumpulkan data-data teknis dan data administrasi pemukim di atas laut di Kel. Watolo, Desa Terapung dan Desa Tanailandu.

  • Dinas Perikanan Melalui Bidang Pengembangan Usaha Perikanan Budidaya Adakan Pelatihan CBIB

    Dinas Perikanan Melalui Bidang Pengembangan Usaha Perikanan Budidaya Adakan Pelatihan CBIB

    Dinas Perikanan Kabupaten Buton Tengah Melalui Bidang Pengembangan Usaha Perikanan Budidaya  mengadakan Pelatihan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB), Pelatihan CBIB ini berlangsung satu hari tanggal 01 Juni 2024 di Kantor Desa Rahia  yang diikuti oleh 40 peserta Pembudidaya Rumput Laut dari Desa Rahia dan Desa Kamama Mekar. Tujuan dari pelatihan agar meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Pelaku Usaha akan pentingnya keamanan pangan khususnya pada kegiatan perikanan budidaya, hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman dan meningkatkan pengetahuan pelaku usaha budidaya rumput laut akan bahaya penggunaan pupuk bagi perairan sekitar.

    Pembukaan kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Rahia dan Kepala Desa Kamama Mekar beserta aparat kedua desa, staf Dinas Perikanan Kabupaten Buton Tengah, Penyuluh Perikanan KKP RI wilayah kerja Kabupaten Buton Tengah. dan dibuka langsung oleh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Buton Tengah, Bapak Muh. Rijal,SE.,MH, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan, berharap agar pelatihan ini nantinya dapat memahami cara melakukan budidaya ikan yang baik sehingga akan menghasilkan hasil yang maksimal.

    Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan para pembudidaya tentang cara budidaya ikan yang baik sehingga menghasilkan produk perikanan budidaya yang berkualitas serta dapat bersaing di pasar lokal, nasional maupun global.

    Ilham S.Pi selaku Pengawas Perikanan Muda BPBAP Takalar sebagai Pemateri mengharapkan bahwa bagi pelaku usaha Budidaya Rumput Laut di Desa Rahia dan Kamama Mekar dapat mengikuti kegiatan dan dapat memanfaatkan dengan sebaik mungkin sehingga pengalaman atau ilmu yang didapatkan dapat diterapkan.

    Tidak hanya itu, Panitia Pelatihan sekaligus Kepala Bidang Pengembangan Usaha Perikanan Budidaya, Erna Yuliati, S.Pi menyebutkan “Pelatihan ini mencakup berbagai materi yakni Bahaya Penggunaan Pupuk,  keamanan hasil perikanan budidaya, Pengelolaan resiko unit budidaya, Pengelolaan kesehatan ikan dan Prosedur pengendalian proses budidaya,”tuturnya.

    “Pembudidayaan ikan merupakan bagian dari perekonomian nasional yang berwawasan kemandirian dan memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat nantinya. Berharap dapat mengubah mindset Pembudidaya Rumput Laut untuk mengembangkan semua ilmu yang akan didapatkan lalu mengimplementasikan pada usaha budidaya yang ditekuni.”tambahnya.

  • Bidang P3TPI Dinas Perikanan Kab. Buton Tengah Melakukan Sosialisasi Prosedur Pembuatan Barkode/QR Kode Bagi Nelayan.

    Selasa, 30 Juli 2024. Kepala Bidang Perizinan, Pengolahan dan Pengelolaan TPI Syahrul Ramadhan R. Tojeng beserta Staff Melaksanakan Monitoring mengenai penggunaan Bahan Bakar Minyak Untuk Nelayan di APMS 76.937.27 Desa Lasori Kecamatan Mawasangka Timur. Dari hasil monitoring diperoleh data bahwa APMS 76.937.27 melayani nelayan dari dua Desa yaitu Desa Inulu dan Desa Lasori. Penggunaan BBM dari Desa Inulu yang membeli jenis Pertalite sebanyak 1250 L/bulan dan jenis Solar sebanyak 500 L/Bulan, dengan jumlah nelayan sebanyak 35 orang. Sedangkan Nelayan dari Desa Lasori sebanyak 29 orang yang menggunakan Jenis Pertalite sebanyak 850 L/Bulan dan Solar 600 L/Bulan.

    Dari kegiatan monitoring juga Bidang P3TPI mensosialisasikan Prosedur Pembuatan Barkode/QR Code bagi Nelayan hal ini bertujuan agar lebih mempermudah nelayan dalam pengambilan BBM, serta penggunaan BBM bersubsidi oleh nelayan lebih terkontrol. Dalam Kegiatan ini, Dinas Perikanan memberikan menjelasan dan saling tukar informasi tentang prosedur pembuatan Barkode/QR Code bagi Nelayan dan Nelayan dalam kategori mana saja yang berhak mendapatkan BBM Bersubsidi.  

    Sebagai informasi, ketentuan untuk pengguna yang berhak membeli BBM Subsidi telah diatur sesuai Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran BBM. Selain itu, terdapat Peraturan BPH Migas Nomor 2 tahun 2023 tentang Penerbitan Surat Rekomendasi untuk Pembelian Jenis BBM Tertentu (JBT) dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP).

    Kegiatan sosialisasi mengenai penggunaan Barkode/QR Code akan dilanjutkan ke penyalur Jenis BBM Tertentu (JBT) dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) untuk nelayan. Di Kabupaten Buton Tengah Terdapat 2 (dua) SPBUN di Kec. Talaga Raya dan Kecamatan Mawasangka Tengah, Serta 5 (lima) unit SPBU yang terletak di Kecamatan Mawasangka, Gu, dan Lakudo.

  • PEMDA BUTENG TEKEN PKS DENGAN UGM MENGENAI PERIKANAN

    PEMDA BUTENG TEKEN PKS DENGAN UGM MENGENAI PERIKANAN

    Pemerintah Kabupaten Buton Tengah (Buteng) Sulawesi Tenggara (Sultra) menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Perjanjian itu menjadi bentuk komitmen antara Pemda Buteng dan UGM dalam pengembangan perikanan dan kelautan.

    Penandatanganan perjanjian kerja sama oleh Dekan Fakultas Pertanian UGM Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D. dan Penjabat (Pj) Bupati Buteng, H. Kostantinus Bukide, SH., M.Si, berlangsung di lantai 6 gedung Agrotropica Learning Center (AGLC) UGM yang turut dihadiri oleh ketua DPRD Buteng, Bobi Ertanto, anggota DPRD Nurman serta sejumlah kepala OPD terkait, Kamis (06/06/2024).

    “Kerja sama ini bertujuan untuk mengembangkan sektor perikanan di Kabupaten Buton Tengah, yang memiliki potensi besar di bidang perikanan dan kelautan . Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan produksi, kualitas, dan keberlanjutan sektor perikanan melalui berbagai program dan penelitian,” kata Pj Bupati Buteng.

    Nota kesepahaman antara Pemda Buteng dan Fakultas Pertanian UGM memiliki ruang lingkup kerja sama seperti penelitian implementatif tentang pemanfaatan limbah rajungan dan lobster sebagai sumber ekonomi baru (teknologi tepat guna).

    Kemudian pendidikan dan pelatihan budidaya, pengolahan, dan pemasaran hasil perikanan serta upaya peningkatan produksi hasil perikanan dalam pengembangan kawasan.

    “Ada beberapa tujuan dan manfaat dari hal ini tentunya, pertama meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan. Mengembangkan teknologi yang dapat diterapkan langsung di lapangan untuk meningkatkan hasil perikanan,”

    “Kemudian, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pemanfaatan sumber daya perikanan yang berkelanjutan dan terakhir meningkatkan kualitas penelitian yang aplikatif dan bermanfaat bagi masyarakat lokal,”

    Melalui perjanjian kerja sama itu,  Pemda Buteng komitmen mendorong pembangunan yang berkelanjutan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

    “Dengan kerja sama ini, diharapkan dapat terjadi peningkatan signifikan dalam sektor perikanan yang akan membawa manfaat besar bagi masyarakat di Kabupaten Buton Tengah,” Ungkap Pj Bupati Buton Tengah H. Kostantinus Bukide, SH., M.Si

  • KAMPUNG BAJO  PANTAI NELAYAN KELURAHAN WATOLO

    KAMPUNG BAJO PANTAI NELAYAN KELURAHAN WATOLO

    Suku Bajau atau Suku Bajo adalah suku bangsa yang tanah asalnya Kepulauan Sulu, Filipina Selatan. Suku ini merupakan suku nomaden yang hidup di atas laut. Di Buton Tengah Suku Bajo tersebat di 5 desa/kelurahan antara lain Kelurahan Watolo Kec. Mawasangka

  • SEMINAR PENDAHULUAN “RENCANA STRATEGIS PENGEMBANGAN KAWASAN PESISIR DI KABUPATEN BUTON TENGAH”

    SEMINAR PENDAHULUAN “RENCANA STRATEGIS PENGEMBANGAN KAWASAN PESISIR DI KABUPATEN BUTON TENGAH”

    Kegiatan Seminar Pendahuluan ini adalah kegiatan kerjasama antara Dinas Perikanan dengan LPPM UHO dalam rangka Rencana Strategis Pengembangan Kawasan Pesisir Kabupaten Buton Tengah merupakan salah satu program kegiatan Dinas Perikanan untuk Tahun Anggaran 2024 dilaksanakan pada tanggal dihadiri oleh perwakilan dari dinas/OPD terkait antara lain Badan Perencanaan Pembangunan Daerah; Dinas Pekerjaan Umum Dan Tata Ruang; Dinas Pariwisata; Dinas Pangan; Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa; Dinas Lingkungan Hidup; Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu serta para peserta dari Dinas Perikanan

    Kegiatan Seminar Pendahuluan ini di buka oleh  Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Buton Tengah Bapak MUH. RIJAL, SE., MH dan sebagai narasumber pada kegiatan seminar pendahuluan ini adalah Ibu Marsina Sumule selaku Ketua Tim Pelaksanan Swakelola.

    Dalam sambutannya, Kepala Dinas Perikanan MUH. RIJAL, SE., MH berharap kegiatan ini dapat mengasilkan dokumen yang dapat menjadi rujukan bagi pemerintah daerah dalam melakukan perencanaan pengembangan Kawasan pesisir.

    Kegiatan seminar ini diisi dengan pemaparan materi dan diskusi mengenai “Bagaimana rencana strategis penembangan kawasan perisisr di Kabupaten Buton Tengah? Serta Faktor-faktor apasaja yang menjadi penghambat dalam pengembangan Kawasan pesisir”. Pada akhirnya gagasan dari adanya kegiatan penelitian ini adalah tersedianya dokumen perencanaan pengelolaan wilayah pesisir dalam jangka Panjang sebagai pedoman bagi seluruh pemangku kepentingan serta menjadi acuan bagi penyusunan rencana zonasi, rencana pengelolaan dan recana aksi.

  • Tingkatkan Produksi Budidaya, Dinas Perikanan Kabupaten Buton Tengah Beri Bantuan 8 Unit Perahu Bermesin

    Dinas Perikanan Kabupaten Buton Tengah memberikan bantuan Sarana Budidaya Ikan Laut berupa Perahu Bermesin Kepada Delapan Kelompok Pembudidaya Ikan Laut masing-masing 1 Unit perkelompok pada Senin (25/09/2023) dan Selasa (26/09/2023).

    Bantuan ini diberikan Langsung Oleh Kabid Budidaya Dinas Perikanan Buton Tengah, Erna Yuliati beserta Kasi dan Staf Budidaya kepada kelompok penerima bantuan. Bantuan itu diberikan untuk membantu para pembudidaya beraktifitas di karamba.

  • Rare Indonesia Bersama Dinas Perikanan Buton Tengah: Kolaborasi untuk Mencapai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Yang Lestari dan Berkelanjutan

    Rare Indonesia Bersama Dinas Perikanan Buton Tengah: Kolaborasi untuk Mencapai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Yang Lestari dan Berkelanjutan

    Upaya pengelolaan terhadap sumberdaya pesisir dan laut terus dilakukan dalam rangka untuk mencapai keseimbangan ekosistem dan pemanfaatan yang Lestari dan berkelanjutan. Rare Indonesia Bersama Dinas Perikanan Kabupaten Buton Tengah bekerjasama untuk mendorong pengelolaan sumberdaya pesisir dan laut yang Lestari dengan mengutamakan keterlibatan Masyarakat sebagai pemeran utama. Pendampingan kepada Masyarakat melalui kegiatan-kegiaatan kampanye lingkungan merupakan tindakan nyata dan rutin dilakukan di site PAAP Kabupaten Buton Tengah.

    Kepala Dinas Perikanan, Muh. Rijal, SE., MH sekaligus sebagai Ketua Tim turut hadir pada pertemuan kelompok PAAP Mawasangka Tengah yang diselenggarakan di Aula Desa Watorumbe, 01/12/23. Pertemuan tersebut membahas terkait penguatan kapasitas kelompok PAAP yang memuat manajemen kelembagaan dan manajemen keuangan kelompok.

    Melalui kesempatan tersebut, Muh. Rijal, SE., MH selaku Kepala Dinas dan juga Ketua Tim juga memberikan arahan kepada pengurus yang hadir “Adanya kelompok PAAP khususnya di Mawasangka Tengah ini merupakan satu pergerkan penting dan sungguh-sungguh yang dilakukan oleh teman-teman rare bersama Dinas Perikanan untuk memberikan perhatian terhadap kelestarian sumberdaya perikanan dan juga kesejahteraan nelayan. Oleh sebab itu, Keterlibatan pengurus dalam kelompok sangat diperlukan. Misalnya Teman-teman pengurus di Divisi Pengawasan, dengan memperhatikan permasalah yang terjadi di wilayah kita terkait dengan adanya aktivitas penangkapan ikan yang menggunakan bahan peledak, maka peran kelompok perlu melakukan pendekatan persuasif dengan melibatkan pemerintah adat untuk duduk bersama membuat sebuah kesepakatan, harapannya melalui pengurus PAAP ini potensi sumberdaya ikan di Mawasangka Tengah ini dapat terjaga.

    Kegiatan pelatihan penguatan kapasitas kelompok PAAP dengan topik manajemen kelembagaan dan keuangan kelompok tersebut diberikan untuk membekali kelompok agar kedepannya lebih mandiri dalam melakukan kegiatan. Melalui pelatihan tersebut juga dilakukan simulasi pengajuan dana, pertanggungjawaban dan pembukuan keuangan kelompok yang disampaikan langsung oleh Pihak Rare dan didampingi oleh fasilitator dari Dinas Perikanan.

    Egerman Selaku Ketua Kelompok PAAP menyebutkan bahwa melalui pelatihan tersebut anggota pengurus perlu menunjukkan komitmennya untuk bersama-sama menjaga sumberdaya laut melalui kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan. “Saya berharap teman-teman bisa betul-betul komitmen untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang nanti kita laksanakan”Ungkapnya

  • Prioritaskan keselamatan pelayaran, Dinas Perikanan menyalurkan bantuan senter kepala, lampu navigasi dan life jacket untuk Nelayan di Kecamatan Talaga Raya.

    Prioritaskan keselamatan pelayaran, Dinas Perikanan menyalurkan bantuan senter kepala, lampu navigasi dan life jacket untuk Nelayan di Kecamatan Talaga Raya.

    Tingginya resiko kecelakaan dalam melakukan aktivitas penangkapan ikan di perairan laut menjadi tantangan bagi nelayan di beberapa wilayah. Minimnya sarana pendukung dan keselamatan bagi nelayan menjadi persoalan yang masih perlu menjadi perhatian. Menanggapi isu tersebut Pemerintah Daerah Kabupaten Buton Tengah melalui Dinas Perikanan terus mendorong peningkatan sarana pendukung dan keselamatan pelayaran bagi nelayan dengan menyalurkan bantuan berupa senter kepala, lampu navigasi dan life jacket. Bantuan tersebut disalurkan kepada nelayan khususnya di Kecamatan Talaga Raya pada Jumat 01 September 2023.

    Kecamatan Talaga Raya merupakan wilayah kepulauan yang berbatasan langsung dengan laut flores dengan pengaruh gelombang laut yang sewaktu-waktu bisa lebih besar. Resiko gelombang besar di beberapa lokasi fishing ground dapat menjadi ancaman bagi nelayan yang melakukan penangkapan ikan. Oleh sebab itu, sarana pendukung dan keselamatan pelayaran merupakan hal penting dan perlu untuk disalurkan di Kecamatan Talaga Raya.

    Bantuan berupa senter kepala, lampu navigasi dan life jacket diserahkan sebanyak 100 unit yang dibagi ke 9 (Sembilan) kelompok dari 7 (Tujuh) Desa di Kecamatan Talaga Raya, yaitu Desa Liwulompona, Talaga Satu, Talaga Dua, Pangilia, Talaga Besar Kokoe dan Wulu. Penyerahan dihadiri oleh Kepala Dinas Perikanan (Muh. Rijal, SE., MH), dan Kepala Bidang Pengembangan Usaha Perikanan Kabupaten Buton Tengah (Nirwan, S.Pi).

    Nirwan, S.Pi selaku Kepala Bidang Pengembangan Usaha Perikanan Tangkap menyampaikan bahwa penyaluran bantuan berupa sarana pendukung dan keselamatan kepada nelayan Kecamatan Talaga Raya tersebut merupakan wujud perhatian Pemerintah untuk memprioritaskan Keselamatan Nelayan dalam melakukan aktivitas sehari-harinya di laut. Dengan terjaminnya keselamatan nelayan diharapkan dapat mendukung aktivitas mereka dalam melakukan penangkapan ikan sehingga berdampak pada hasil tangkapan yang diperoleh.

    Melalui kegiatan penyaluran bantuan tersebut, Kepala Dinas Perikanan Muh. Rijal, SE., MH menghimbau kepada nelayan penerima manfaat agar bantuan yang diserahkan dapat digunakan dengan baik, tidak dimanfaatkan untuk kegiatan lain selain untuk mendukung aktivitas nelayan di laut, disamping itu juga nelayan penerima manfaat dilarang untuk mengalihkan bantuan yang telah diberikan kepada orang lain dalam bentuk apapun tanpa sepengetahuan Dinas Perikanan. 

    Hasimin, Salah satu perwakilan kelompok Nelayan dari Desa Talaga I merasa bersyukur dengan adanya bantuan yang diberikan tersebut “Kami sangat berterimakasih kepada pemerintah khsusnya Dinas Perikanan yang telah menyalurkan bantuan ini kepada kami. Dengan adanya bantuan ini kami berharap bisa melaut dengan tenang  terutama Ketika kami melaut pada malam hari dan ombak yang kencang”, Imbuhnya.