Penulis: DKP Buton Tengah

  • Degradasi Hutan Mangrove Desa Teluk Lasongko

    Degradasi Hutan Mangrove Desa Teluk Lasongko

    Teluk Lasongko adalah area pantai yang terletak di antara Kecamatan Lakudo dan Mawasangka Timur di Kabupaten Buton Tengah. Teluk ini termasuk bagian dari Laut Banda (WPP 714) dan memiliki garis pantai sekitar 52,4 km dengan luas sekitar 82,51 km². Di area ini terdapat beragam ekosistem bawah laut seperti padang lamun, terumbu karang, dan hutan bakau di kawasan pantai. Desa Teluk Lasongko didirikan pada tanggal 24 Juni 2011 dan terletak di ujung Teluk Lasongko. Sayangnya, hutan bakau di Teluk Lasongko mengalami degradasi akibat pembangunan pasar, kantor desa, dan permukiman. Berdasarkan analisis citra satelit Dinas Perikanan, luas hutan bakau telah berkurang dari 27,36 Ha pada tahun 2017 menjadi 18,84 Ha pada tahun 2023, mengalami penurunan sebesar 7,52 Ha.

  • Rare Indonesia Bersama Dinas Perikanan Buton Tengah: Kolaborasi untuk Mencapai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Yang Lestari dan Berkelanjutan

    Rare Indonesia Bersama Dinas Perikanan Buton Tengah: Kolaborasi untuk Mencapai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Yang Lestari dan Berkelanjutan

    Upaya pengelolaan terhadap sumberdaya pesisir dan laut terus dilakukan dalam rangka untuk mencapai keseimbangan ekosistem dan pemanfaatan yang Lestari dan berkelanjutan. Rare Indonesia Bersama Dinas Perikanan Kabupaten Buton Tengah bekerjasama untuk mendorong pengelolaan sumberdaya pesisir dan laut yang Lestari dengan mengutamakan keterlibatan Masyarakat sebagai pemeran utama. Pendampingan kepada Masyarakat melalui kegiatan-kegiaatan kampanye lingkungan merupakan tindakan nyata dan rutin dilakukan di site PAAP Kabupaten Buton Tengah.

    Kepala Dinas Perikanan, Muh. Rijal, SE., MH sekaligus sebagai Ketua Tim turut hadir pada pertemuan kelompok PAAP Mawasangka Tengah yang diselenggarakan di Aula Desa Watorumbe, 01/12/23. Pertemuan tersebut membahas terkait penguatan kapasitas kelompok PAAP yang memuat manajemen kelembagaan dan manajemen keuangan kelompok.

    Melalui kesempatan tersebut, Muh. Rijal, SE., MH selaku Kepala Dinas dan juga Ketua Tim juga memberikan arahan kepada pengurus yang hadir “Adanya kelompok PAAP khususnya di Mawasangka Tengah ini merupakan satu pergerkan penting dan sungguh-sungguh yang dilakukan oleh teman-teman rare bersama Dinas Perikanan untuk memberikan perhatian terhadap kelestarian sumberdaya perikanan dan juga kesejahteraan nelayan. Oleh sebab itu, Keterlibatan pengurus dalam kelompok sangat diperlukan. Misalnya Teman-teman pengurus di Divisi Pengawasan, dengan memperhatikan permasalah yang terjadi di wilayah kita terkait dengan adanya aktivitas penangkapan ikan yang menggunakan bahan peledak, maka peran kelompok perlu melakukan pendekatan persuasif dengan melibatkan pemerintah adat untuk duduk bersama membuat sebuah kesepakatan, harapannya melalui pengurus PAAP ini potensi sumberdaya ikan di Mawasangka Tengah ini dapat terjaga.

    Kegiatan pelatihan penguatan kapasitas kelompok PAAP dengan topik manajemen kelembagaan dan keuangan kelompok tersebut diberikan untuk membekali kelompok agar kedepannya lebih mandiri dalam melakukan kegiatan. Melalui pelatihan tersebut juga dilakukan simulasi pengajuan dana, pertanggungjawaban dan pembukuan keuangan kelompok yang disampaikan langsung oleh Pihak Rare dan didampingi oleh fasilitator dari Dinas Perikanan.

    Egerman Selaku Ketua Kelompok PAAP menyebutkan bahwa melalui pelatihan tersebut anggota pengurus perlu menunjukkan komitmennya untuk bersama-sama menjaga sumberdaya laut melalui kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan. “Saya berharap teman-teman bisa betul-betul komitmen untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang nanti kita laksanakan”Ungkapnya

  • Prioritaskan keselamatan pelayaran, Dinas Perikanan menyalurkan bantuan senter kepala, lampu navigasi dan life jacket untuk Nelayan di Kecamatan Talaga Raya.

    Prioritaskan keselamatan pelayaran, Dinas Perikanan menyalurkan bantuan senter kepala, lampu navigasi dan life jacket untuk Nelayan di Kecamatan Talaga Raya.

    Tingginya resiko kecelakaan dalam melakukan aktivitas penangkapan ikan di perairan laut menjadi tantangan bagi nelayan di beberapa wilayah. Minimnya sarana pendukung dan keselamatan bagi nelayan menjadi persoalan yang masih perlu menjadi perhatian. Menanggapi isu tersebut Pemerintah Daerah Kabupaten Buton Tengah melalui Dinas Perikanan terus mendorong peningkatan sarana pendukung dan keselamatan pelayaran bagi nelayan dengan menyalurkan bantuan berupa senter kepala, lampu navigasi dan life jacket. Bantuan tersebut disalurkan kepada nelayan khususnya di Kecamatan Talaga Raya pada Jumat 01 September 2023.

    Kecamatan Talaga Raya merupakan wilayah kepulauan yang berbatasan langsung dengan laut flores dengan pengaruh gelombang laut yang sewaktu-waktu bisa lebih besar. Resiko gelombang besar di beberapa lokasi fishing ground dapat menjadi ancaman bagi nelayan yang melakukan penangkapan ikan. Oleh sebab itu, sarana pendukung dan keselamatan pelayaran merupakan hal penting dan perlu untuk disalurkan di Kecamatan Talaga Raya.

    Bantuan berupa senter kepala, lampu navigasi dan life jacket diserahkan sebanyak 100 unit yang dibagi ke 9 (Sembilan) kelompok dari 7 (Tujuh) Desa di Kecamatan Talaga Raya, yaitu Desa Liwulompona, Talaga Satu, Talaga Dua, Pangilia, Talaga Besar Kokoe dan Wulu. Penyerahan dihadiri oleh Kepala Dinas Perikanan (Muh. Rijal, SE., MH), dan Kepala Bidang Pengembangan Usaha Perikanan Kabupaten Buton Tengah (Nirwan, S.Pi).

    Nirwan, S.Pi selaku Kepala Bidang Pengembangan Usaha Perikanan Tangkap menyampaikan bahwa penyaluran bantuan berupa sarana pendukung dan keselamatan kepada nelayan Kecamatan Talaga Raya tersebut merupakan wujud perhatian Pemerintah untuk memprioritaskan Keselamatan Nelayan dalam melakukan aktivitas sehari-harinya di laut. Dengan terjaminnya keselamatan nelayan diharapkan dapat mendukung aktivitas mereka dalam melakukan penangkapan ikan sehingga berdampak pada hasil tangkapan yang diperoleh.

    Melalui kegiatan penyaluran bantuan tersebut, Kepala Dinas Perikanan Muh. Rijal, SE., MH menghimbau kepada nelayan penerima manfaat agar bantuan yang diserahkan dapat digunakan dengan baik, tidak dimanfaatkan untuk kegiatan lain selain untuk mendukung aktivitas nelayan di laut, disamping itu juga nelayan penerima manfaat dilarang untuk mengalihkan bantuan yang telah diberikan kepada orang lain dalam bentuk apapun tanpa sepengetahuan Dinas Perikanan. 

    Hasimin, Salah satu perwakilan kelompok Nelayan dari Desa Talaga I merasa bersyukur dengan adanya bantuan yang diberikan tersebut “Kami sangat berterimakasih kepada pemerintah khsusnya Dinas Perikanan yang telah menyalurkan bantuan ini kepada kami. Dengan adanya bantuan ini kami berharap bisa melaut dengan tenang  terutama Ketika kami melaut pada malam hari dan ombak yang kencang”, Imbuhnya. 

  • Pertahankan Mutu Ikan Hasil Tangkapan Nelayan,  Dinas Perikanan Buteng Salurkan Bantuan Coolbox bagi Nelayan di Kecamatan Mawasangka

    Pertahankan Mutu Ikan Hasil Tangkapan Nelayan, Dinas Perikanan Buteng Salurkan Bantuan Coolbox bagi Nelayan di Kecamatan Mawasangka

    Ikan hasil tangkapan nelayan dapat mengalami perubahan mutu dengan cepat jika tidak ditangani dengan tepat.  Perubahan kualitas ikan dapat mempengaruhi harga jual sehingga bisa menyebabkan kerugian bagi nelayan.  Oleh karena itu, nelayan perlu melakukan penanganan yang tepat agar kualitas ikan tetap segar sampai di tangan konsumen.

    Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Buton Tengah melalui Dinas Perikanan memfasilitasi pemberian bantuan coolbox bagi nelayan, Kecamatan Mawasangka.   Bantuan coolbox yang diserahkan sebanyak 100 (seratus) buah. Bantuan diserahkan kepada nelayan yang tergabung dalam 13 (tiga belas) Kelompok Usaha Bersama (KUB) di Kecamatan Mawasangka.   

    Bantuan ini merupakan bentuk perhatian Pemerintah Daerah Khususnya Dinas Perikanan bagi nelayan di Kabupaten Buton Tengah.  Hal ini tentu juga menjawab keluhan dari para nelayan dan menjadi solusi untuk mempertahankan mutu ikan agar tetap segar sampai ke tangan konsumen, ungkap Nirwan, S.Pi, Kepala Bidang Pengembangan Usaha Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Buton Tengah.

    “Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Buton Tengah Muh. Rijal, SE., MH., menyatakan bahwa Kecamatan Mawasangka bukan hanya merupakan salah satu kecamatan penyuplai ikan di Kabupaten Buton Tengah, tetapi juga bagi kabupaten tetangga Khususnya Kabupaten Muna dan Kota Baubau.  Bahkan untuk ikan ikan ekonomis penting, seperti ikan kerapu, kakap merah dan gurita dikirim sampai keluar daerah dengan tujuan Kendari, Makasar dan Jakarta.

    “Bantuan coolbox ini sangat bermanfaat bagi kami, karena biasanya kami melaut selama 2-3 hari baru Kembali lagi ke Mawasangka”.  Jadi dengan adanya bantuan coolbox ini, ikan yang kami tangkap tetap segar sampai di Mawasangka, ungkap Hane salah satu nelayan penerima coolbox yang biasa menangkap ikan sampai di Kabaena.

  • Tingkatkan Daya Jelajah Kapal Nelayan,  Dinas Perikanan Buteng Salurkan Bantuan Mesin Kapal Perikanan bagi Nelayan di Kecamatan Talaga Raya

    Tingkatkan Daya Jelajah Kapal Nelayan, Dinas Perikanan Buteng Salurkan Bantuan Mesin Kapal Perikanan bagi Nelayan di Kecamatan Talaga Raya

    Untuk meningkatkan daya jelajah kapal nelayan dan meremajakan mesin kapal perikanan, Pemerintah Kabupaten Buton Tengah melalui Dinas Perikanan memfasilitasi pemberian bantuan mesin kapal penangkapan ikan yang berukuran lebih kecil dari 5 GT untuk mendorong peningkatan produksi perikanan tangkap melalui pengelolaan sumberdaya ikan yang Lestari dan berkelanjutan.   

    Bantuan mesin kapal tersebut berupa mesin TS sebanyak 21 (dua puluh satu) unit, yang diserahkan kepada nelayan yang tergabung dalam 4 (empat) Kelompok Usaha Bersama (KUB) di Kecamatan Talaga Raya.  Dengan adanya bantuan mesin kapal ini, diharapkan nelayan dapat menjangkau daerah penangkapan yang lebih luas. 

    Kepala Bidang Pengembangan Usaha Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Buton Tengah, Nirwan, S.Pi menyampaikan bahwa bantuan mesin TS yang diserahkan tersebut didesain dengan memperhatikan kebutuhan nelayan di Kecamatan Talaga Raya yang lebih dominan menggunakan mesin TS.   Harapannya adalah setelah bantuan tersebut diberikan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan hasil tangkapan nelayan yang berkontribusi terhadap pendapatan nelayan.  Kelompok nelayan penerima bantuan juga diberikan buku pencatatan hasil produksi dan diwajibkan melakukan pencatatan hasil tangkapan dan melaporkannya kepada Dinas Perikanan Buton Tengah. 

    “Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Buton Tengah Muh. Rijal, SE., MH., dalam arahannya pada saat penyerahan bantuan menyampaikan bahwa bantuan mesin kapal ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan tidak boleh diperjualbelikan atau dipindah tangankan kepada pihak lain.  Bantuan mesin kapal ini semata-mata digunakan untuk kapal penangkap ikan, sehingga bantuan yang diberikan dapat mendorong aktivitas penangkapan yang lebih produktif” ujarnya. (15.09.23).

    La Aebo, Nelayan penerima bantuan mesin kapal yang berasal dari Desa Talaga Besar menyampaikan sangat bersyukur bisa menerima bantuan mesin kapal tersebut.  “Kami sangat bersyukur dengan adanya bantuan ini.  Bantuan mesin kapal ini sangat membantu kami untuk mengganti mesin kapal kami yang sudah rusak. Mudah-mudahan dengan adanya bantuan ini kami bisa mendapatkan hasil yang lebih baik lagi karena bisa menjangkau daerah penangkapan yang lebih jauh”.

  • Mudahkan Nelayan Menangkap Ikan,  Dinas Perikanan Buteng Salurkan Bantuan Rumpon bagi Nelayan  di Kecamatan Mawasangka dan Kecamatan Mawasangka Timur

    Mudahkan Nelayan Menangkap Ikan, Dinas Perikanan Buteng Salurkan Bantuan Rumpon bagi Nelayan di Kecamatan Mawasangka dan Kecamatan Mawasangka Timur

    Rumpon merupakan salah satu jenis alat bantu penangkapan ikan yang dipasang di laut, baik laut dangkal maupun laut dalam.  Pemasangan tersebut dimaksudkan untuk menarik gerombolan ikan agar berkumpul di sekitar rumpon, sehingga ikan mudah untuk ditangkap. Pembuatan rumpon ikan sebenarnya adalah salah satu cara untuk mengumpulkan ikan dengan membentuk kondisi dasar laut menjadi mirip dengan kondisi karang-karang alami, di mana rumpon membuat ikan merasa seperti mendapatkan rumah baru.

    Ikan banyak ditemukan di rumpon berkaitan pula dengan pola rantai makanan dimana rumpon menciptakan suatu arena makan dan dimulai dengan tumbuhnya bakteri dan mikroalga ketika rumpon mulai dipasang. Selanjutnya makhluk renik dan hewan-hewan kecil akan menarik ikan-ikan yang berukuran lebih besar yang memangsa ikan-ikan berukuran kecil.

    Kepala Bidang Pengembangan Usaha Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Buton Tengah Nirwan, S.Pi, menyatakan bahwa tujuan pemberian bantuan rumpon ini adalah untuk memudahkan nelayan menangkap ikan.  Dengan adanya rumpon ini, nelayan dapat menghemat waktu dan bahan bakar, karena tidak perlu lagi mencari dan mengejar gerombolan-gerombolan ikan tetapi langsung mengarahkan kapalnya ke rumpon yang telah dipasang. Beberapa jenis ikan pelagis yang berkumpul di sekitar rumpon dan banyak ditangkap nelayan Kabupaten Buton Tengah antara lain ikan Tongkol, layang, kuwe, cakalang dan tuna.  Alat tangkap yang digunakan antara lain pancing dan gillnet.

    Rumpon yang diserahkan sebanyak 5 (lima) unit untuk 5 (lima) Kelompok Usaha Bersama (KUB), yakni di Desa Gumanano, Kancebungi dan Desa Wakambangura Kecamatan Mawasangka serta Desa Wambuloli Kecamatan Mawasangka Timur.  Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Buton Tengah, Muh. Rijal, SE., MH., berharap agar bantuan rumpon ini dapat meningkatkan produksi perikanan tangkap dan meningkatkan pendapatan nelayan di Kabupaten Buton Tengah.

  • Dinas Perikanan Buton Tengah Gelar Sarasehan Peraturan Perundang-Undangan Bidang Kelautan dan Perikanan

    Dinas Perikanan Buton Tengah Gelar Sarasehan Peraturan Perundang-Undangan Bidang Kelautan dan Perikanan

    Dinas Perikanan Kabupaten Buton Tengah melaksanakan kegiatan Sarasehan Peraturan Perundang-Undangan Bidang Kelautan dan Perikanan di Aula Kantor Desa Wakambangura Kecamatan Mawasangka, Selasa (21/11/2023).

    Kegiatan ini dilaksanakan setelah kegiatan Bersih Pantai memperingati Hari Ikan Nasional 2023 yang jatuh pada tanggal 21 November 2023. Kegiatan Sarasehan ini diikuti oleh nelayan, pembudidaya, POKMASWAS serta para pelaku perikanan lainnya di Desa Wakambangura dan Desa Wakambangura II Kecamatan Mawasangka.

    Tujuan kegiatan ini adalah upaya Dinas Perikanan Kabupaten Buton Tengah melalui Bidang Pengembangan Kawasan dan Pelestarian Sumber Daya Perikanan dalam meningkatkan wawasan para pelaku usaha perikanan tentang peraturan perundang-undangan kelautan dan perikanan yaitu Undang Undang No 45 Tahun 2009 perubahan dari UU No 31 Tahun 2004 tentang Perikanan agar tercipta kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan.

    Hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Perikanan Buton Tengah, Danramil 1413-04 Mawasangka, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Buton Tengah yang diwakili oleh Sekretaris Dinas, Dinas Lingkungan Hidup Buton Tengah yang diwakili oleh Kabid. Pengelolaan Sampah  dan LB3, Kabid. Pengembangan Kawasan dan Pelestarian Sumber Daya Perikanan Dinas Perikanan Buton Tengah, Kepala Desa Wakambangura, Babinsa, Aparatul Desa Wakambangura, serta Staf Dinas Perikanan Buton Tengah.

    Kegiatan dengan mengusung tema “Bersama Kita Lestarikan Sumber Daya Perikanan yang Mandiri, Berdaya Saing, Berinovasi dan Berkelanjutan” dibuka langsung secara formal oleh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Buton Tengah.

    Bertindak sebagai narasumber adalah Kepala Dinas Perikanan dan Danramil 1413-04 Mawasangka. Dalam pemaparannya Kadis Perikanan, Muh. Rijal menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan sumber daya perikanan yang ada di Buton Tengah, menghindari penggunaan bahan dan alat penangkapan yang tidak ramah lingkungan seperti bom ikan dan potasium yang dapat merusak terumbu karang dan mencemari laut dari bahan-bahan yang berbahaya, pencemaran limbah, penangkapan secara ilegal serta tidak membuang sampah dilaut. Beliau juga menekankan pentingnya peran aktif dari berbagai pihak dalam turut serta mengawasi sumberdaya perikanan yang ada di Buton Tengah khususnya di wilayah Kecamatan Mawasangka karena kawasan laut di wilayah ini masih cukup baik sehingga perlu dijaga untuk keberlanjutannya.

  • Genjot Produksi Perikanan Tangkap, Dinas Perikanan Buteng Serahkan Bantuan 13 unit Kapal ukuran lebih kecil dari 5 GT bagi Nelayan di Kecamatan Talaga Raya dan Kecamatan Mawasangka Timur

    Genjot Produksi Perikanan Tangkap, Dinas Perikanan Buteng Serahkan Bantuan 13 unit Kapal ukuran lebih kecil dari 5 GT bagi Nelayan di Kecamatan Talaga Raya dan Kecamatan Mawasangka Timur

    Pemerintah Kabupaten Buton Tengah melalui Dinas Perikanan terus melakukan upaya positif dan konsisten dalam rangka meningkatkan kesejahteraan nelayan yang ada di Buton Tengah.  Salah satu Upaya yang dilakukan adalah dengan memfasilitasi pemberian bantuan kapal penangkapan ikan yang berukuran lebih kecil dari 5 GT untuk mendorong peningkatan produksi perikanan tangkap melalui pengelolaan sumberdaya ikan yang Lestari dan berkelanjutan.   

    Kepala Bidang Pengembangan Usaha Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Buton Tengah, Nirwan, S.Pi menyampaikan bahwa bantuan kapal yang diserahkan tersebut didesain dengan memperhatikan kebutuhan nelayan agar dapat menangkap ikan lebih jauh dari pesisir Pantai (memperluas daerah fishing ground).  Harapannya adalah setelah bantuan tersebut diberikan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan hasil tangkapan nelayan yang berkontribusi terhadap pendapatan nelayan.  Kelompok nelayan penerima bantuan juga diberikan buku laporan untuk dilaporkan kepada Dinas Perikanan Buton Tengah.  Penyerahan buku laporan tersebut bertujuan agar setiap penerima bantuan dapat berkontribusi terhadap pendataan hasil tangkapan ikan.

    Bantuan kapal yang diserahkan kepada nelayan sebanyak 13 (tiga belas) unit, dengan rincian 11 (sebelas) unit diserahkan kepada 11 (sebelas) Kelompok Usaha Bersama (KUB) di Kecamatan Talaga Raya dan 2 (dua) unit diserahkan kepada 2 (dua) Kelompok Usaha Bersama (KUB) di Kecamatan Mawasangka Timur.  Bantuan tersebut dilengkapi dengan sarana pendukung, antara lain: senter kepala, lampu navigasi, life jacket, tasi dan mata pancing.

    “Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Buton Tengah Muh. Rijal, SE., MH., dalam arahannya pada saat penyerahan bantuan menyampaikan bahwa bantuan kapal ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan tidak boleh diperjualbelikan atau dipindah tangankan kepada pihak lain.  Bantuan kapal ini semata-mata digunakan untuk menangkap ikan, sehingga bantuan yang diberikan dapat mendorong aktivitas penangkapan yang lebih produktif” ujarnya. (18.10.23).

    Sariadin, Nelayan penerima bantuan kapal yang berasal dari Desa Talaga Besar menyampaikan sangat bersyukur bisa menerima bantuan kapal tersebut.  “Kami sangat bersyukur dengan adanya bantuan ini.  Bantuan kapal ini sudah lama kami idam-idamkan dan sangat membantu kami dalam penangkapan ikan khususnya ikan tuna. Kami berharap dengan bantuan ini kami bisa mendapatkan hasil yang lebih baik lagi karena bisa menjangkau daerah penangkapan yang lebih jauh dan dapat digunakan untuk bermalam di laut”.

  • Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Buton Tengah Menjadi Narasumber pada Kegiatan Sosialisasi Gemar Ikan Upaya Mencegah Stunting

    Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Buton Tengah Menjadi Narasumber pada Kegiatan Sosialisasi Gemar Ikan Upaya Mencegah Stunting

    Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tenggara melaksanakan kegiatan Sosisalisasi Memasyarakatkan Gemar Makan Ikan atau biasa disingkat Gemar Ikan untuk mencegah stunting di Kabupaten Buton Tengah pada  (31/08/2023) betempat di Hotel Findi Kecamatan Lakudo dan diikuti oleh Ibu-ibu serta anak yang terkena gejala stunting.

    Gerakan memasyarakatkan makan ikan  (GEMARIKAN) adalah gerakan moral yang memotivasi masyarakat untuk mengkonsumsi ikan secara teratur dalam jumlah diisyaratkan bagi kesehatan agar terbentuk manusia Indonesia yang sehat, kuat dan cerdas.

    Pada kegiatan tersebut Kadis Perikanan Kabupaten Buton Tengah Bapak Muh. Rijal, SE., MH menjadi salah satu narasumber, mambawakan materi terkait pentingnya makan ikan bagi anak melalui inovasi dan krativitas dalam penyediaan olahan ikan.

    “Susah anak-anak makan ikan kalau ikannya hanya dimasak biasa seperti diparende, digoreng dan lain-lain. Coba Ibu-ibu buatkan olahan ikan seperti naget ikan, bakso ikan yang bentuknya olahan supaya anak-anak kita mau makan ikan. Daerah kita melimpah ikan, jangan sampai bapak ibu ada yang sebagai nelayan dapat ikan dilaut kemudia dijual, uang yang didapat dari jual ikan dibelikan supermie, ini yang bahaya. Jangan dibiasakan anak-anak diberikan supermie bapak ibu”. Pungkas kadis perikanan Buteng dalam pemaparannya.

    Dalam pemaparannya juga kadis perikanan Buteng menyampaikan terkait apa yang telah dilakukan oleh Dinas Perikanan Kabupaten Buton Tengah dalam menjaga ketersediaan ikan di masyarakat yakni dengan bantuan sarana dan prasarana penangkapan ikan.

    “untuk menjaga ketersediaan ikan dimasyarakat, kita bantu nelayan berikan kapal, mesin kapal, jaring, bubu, rumpon, coolbox untuk penyimpanan ikan lebih tahan lama. Kita harapkan dengan bantuan ini produksi nelayan menjadi lebih tinggi.

    Perlu diketahui hadir juga sebagai narasumber dalam kegiatan ini kadis kesehatan dan kadis BKKBN Kabupaten Buton Tengah.

    Pada akhir kegiatan sosialisasi ini diberikan paket olahan ikan kepada semua peserta sosialisasi.