Kategori: Bidang Tangkap

Berita Perikanan Tangkap

  • Bupati Buton Tengah Sambut Tim Survei KNMP, Pemkab Siap Dukung Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Buton Tengah

    Bupati Buton Tengah Sambut Tim Survei KNMP, Pemkab Siap Dukung Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Buton Tengah

    BUTON TENGAH – Pemerintah Kabupaten Buton Tengah menerima kunjungan Tim Survei Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam rangka pelaksanaan survei lapangan pada 13–16 April 2026. Kegiatan tersebut merupakan tahapan awal rencana pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih sebagai program strategis nasional untuk memperkuat sektor perikanan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

     

    Survei dilaksanakan di empat lokasi usulan pembangunan KNMP di Kabupaten Buton Tengah, yakni Desa Terapung, Kelurahan Watolo, Desa Moko, dan Desa Lagili. Keempat wilayah tersebut dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor kelautan dan perikanan karena didukung letak geografis yang strategis serta tingginya aktivitas masyarakat nelayan.

     

    Kedatangan tim survei disambut langsung oleh Bupati Buton Tengah, Dr. Azhari, S. STP., M.Si di Rumah Jabatan Bupati. Dalam kesempatan tersebut, Bupati menegaskan komitmen dan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Buton Tengah terhadap pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Buton Tengah.

     

    Menurutnya, program KNMP merupakan langkah strategis untuk memaksimalkan pengelolaan potensi perikanan daerah sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya para nelayan.

     
     

    “Pemerintah Kabupaten Buton Tengah sangat mendukung pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih. Program ini diharapkan mampu menjadi pusat pengelolaan hasil perikanan yang terintegrasi serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Buton Tengah,” ujar Bupati Azhari.

     

    Bupati menjelaskan bahwa Empat lokasi yang diusulkan memiliki karakteristik dan keunggulan tersendiri yang dapat menunjang pengembangan kawasan pesisir berbasis perikanan secara terpadu. Salah satu kawasan yang dinilai memiliki potensi besar misalnya, Kelurahan Watolo.

     

    Selain menjadi pusat aktivitas perikanan masyarakat, kawasan Watolo juga dipandang strategis untuk dikembangkan sebagai ikon kawasan pesisir Kabupaten Buton Tengah.

     

    “Watolo bukan hanya memiliki potensi perikanan yang besar, tetapi juga memiliki nilai estetika kawasan pesisir yang sangat baik. Kehadiran Kampung Nelayan Merah Putih nantinya tidak hanya menjadi sarana pendukung aktivitas pengelolaan hasil perikanan, tetapi juga diharapkan menjadi ikon pesisir dan wajah baru Kabupaten Buton Tengah,” ungkapnya.

     

    Ia menambahkan, selama ini sebagian nelayan di luar pulau dalam Kawasan Buton Tengah masih harus memasarkan hasil tangkapan hingga ke wilayah Kabaena yang berjarak cukup jauh. Dengan hadirnya Kampung Nelayan Merah Putih, proses pengelolaan dan distribusi hasil perikanan diharapkan dapat dilakukan lebih dekat dengan lokasi penangkapan sehingga mempermudah akses pemasaran bagi nelayan.

     

    Selain meningkatkan efisiensi distribusi hasil laut, pembangunan KNMP juga diproyeksikan mampu membuka peluang kerja baru bagi masyarakat, mulai dari sektor pengolahan hasil perikanan, distribusi, hingga usaha pendukung lainnya.

     

    Selama berada di Kabupaten Buton Tengah, Tim Survei KKP melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi wilayah, potensi perikanan, sarana pendukung, serta kesiapan masyarakat di masing-masing lokasi usulan. Hasil survei tersebut selanjutnya akan menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan dalam penetapan lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih.

     

    Pemerintah Kabupaten Buton Tengah berharap program tersebut dapat segera direalisasikan sebagai upaya memperkuat sektor perikanan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

  • TINGKATKAN AKSES DAN KEMUDAHAN PERIZINAN USAHA  BAGI PELAKU USAHA SEKTOR KELAUTAN DAN PERIKANAN, DINAS PERIKANAN KAB. BUTON TENGAH BERKUNJUNG KE BPSPL MAKASSAR

    TINGKATKAN AKSES DAN KEMUDAHAN PERIZINAN USAHA BAGI PELAKU USAHA SEKTOR KELAUTAN DAN PERIKANAN, DINAS PERIKANAN KAB. BUTON TENGAH BERKUNJUNG KE BPSPL MAKASSAR

    Senin, (03/02/2024) Dinas Perikanan Kabupaten Buton Tengah melakukan kunjungan ke Balai Pengelolaan Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar dalam rangka konsultasi rencana penyelenggaraan kegiatan Sosialisasi NIB dan Izin Pemanfaatan Ruang Laut. Dalam kunjungan tersebut tim dari Dinas Perikanan Kab. Buton Tengah diterima langsung oleh Bapak Permana Yudiarso, S.T., M.T selaku Kepala BPSPL Makassar bersama Bapak A.M. Ishak, S. Kel., M.Si. dan Muhammad Fadly, S.T., M.T.

    Nirwan, S.Pi, Selaku Kepala Bidang Pengembangan Usaha Perikanan Tangkap mengawali diskusi dengan menjelaskan maksud dan tujuan kedatangan tim dari Dinas Perikanan Kab. Buton Tengah kepada pihak BPSPL Makassar. Dalam pemaparannya disebutkan bahwa hampir semua usaha sektor kelautan dan perikanan belum memiliki ijin usaha dan ijin Persetujuan Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL).  Oleh karena itu, Dinas Perikanan berencana akan menyelenggarakan kegiatan sosialisasi Nomor Induk Berusaha (NIB) dengan topik “Mekanisme dan Persyaratan Penerbitan Perizinan Berusaha dalam Penyelengaraan Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPRL) bagi Pelaku Usaha Sektor Kelautan dan Perikanan”. Hal tersebut dilakukan dalam rangka memfasilitasi masyarakat khususnya pelaku usaha kelautan dan perikanan untuk memperoleh izin atas aktivitas usaha yang dijalankan di perairan laut di wilayah Kabupaten Buton Tengah baik kegiatan perikanan tangkap maupun perikanan budidaya.

    Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pengembangan Usaha Perikanan Budidaya, Erna Yuliati, S. Pi juga menyampaikan bahwa selain kegiatan perikanan tangkap berupa Rumpon dan Sero, beberapa kegiatan usaha di bidang perikanan budidaya yang eksisting di Buton Tengah yang perlu mendapatkan izin usaha diantaranya adalah Usaha Budidaya Ikan di Keramba Tancap, Keramba Apung dan Budidaya Rumput Laut.

    Kepala Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Makassar, Permana Yudiarso, S.T., M.T menyampaikan apresiasi dan sambutan baik kepada Dinas Perikanan Kabupaten Buton Tengah yang melibatkan BPSPL Makasar dalam kegiatan sosialisasi NIB yang akan dilaksanakan nantinya. Beliau menyatakan bahwa, merespon isu hangat yang terjadi beberapa pekan lalu terkait pagar laut maka Kementerian Kelautan dan Perikanan termasuk BPSPL Makassar terus melakukan identifikasi terhadap kegiatan pemanfaatan ruang laut lainnya dengan melibatkan instansi terkait.  Oleh sebab itu, kegiatan izin usaha yang akan difasilitasi nantinya perlu memiliki dokumen Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPRL) sebelum kemudian mengurus izin lingkungan dan izin usaha sesuai dengan kegiatan yang dilakukan.

    “Merujuk pada Undang-undang Cipta Kerja No. 11 Tahun 2023 maka mekanisme perizinan usaha perlu dilakukan melalui 3 tahap, yaitu Tahap pertama perlu melengkapi dokumen KKPRL untuk melihat persetujuan kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang laut dan konfirmasi kesesuaian ruang laut. Berikutnya Tahap ke dua adalah melengkapi dokumen persetujuan lingkungan untuk melihat persetujuan lingkungan berupa UKL-UPL atau Amdal. Tahap akhir kemudian baru bisa melakukan kepengurusan perizinan berusaha berbasis resiko untuk memperoleh NIB sesuai sektor kegiatan yang dilakukan” Demikian dijelaskan secara rinci oleh Kepala BPSL Makassar.

    Permana Yudiarso, S.T., M.T juga menambahkan bahwa untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat lokal maka pemerintah melalui PP No. 21 Tahun 2021 tentang penyelenggaraan penataan ruang memberikan fasilitasi persetujuan kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang di perairan pesisir.  Hal tersebut diberikan kepada masyrakat lokal yang memenuhi kriteria sebagai mana diatur dalam peraturan terkait untuk mendukung aktivitas dan kehidupan masyarakat sehari-hari.

    A.M. Ishak, S. Kel., M.Si selaku Ketua Tim Kerja Pelayanan Pemanfaatan Ruang Laut BPSPL Makasar menyampaikan bahwa izin usaha tersebut merupakan tahapan lanjutan yang perlu dilakukan setelah izin dasar pemanfaatan ruang laut atau PKKPRL telah terbit.  Oleh karena itu, untuk keberlanjutan dan keterpenuhan semua prosedur perijinan, maka disarankan dalam pelaksanaan kegiatan sosialisasi nanti, perlu melibatkan instansi teknis yang memiliki peran penting dalam penerbitan izin NIB seperti Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Permodalan dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu” Pungkasnya.

    Di sesi akhir diskusi, Tim Dinas Perikanan Kab. Buton Tengah menyampaikan apresiasi atas penerimaan dan kesiapan Kepala BPSPL Makasar untuk menjadi narasumber pada kegiatan Sosialisasi perizinan berusaha sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten Buton Tengah yang direncanakan akan dilaksanakan pada minggu ketiga bulan Februari 2025.  Nirwan, S.Pi, selaku Kabid Pengembangan Usaha Perikanan Tangkap mengungkapkan bahwa Kesiapan Tim BPSPL Makasar, bukan hanya untuk narasumber kegiatan sosialisasi tetapi juga termasuk pada proses penyiapan dokumen perijinan PKKPRL dalam bentuk pelatihan dan pendampingan kepada tim Dinas Perikanan Buton Tengah.

  • Rare Indonesia Bersama Dinas Perikanan Buton Tengah: Kolaborasi untuk Mencapai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Yang Lestari dan Berkelanjutan

    Rare Indonesia Bersama Dinas Perikanan Buton Tengah: Kolaborasi untuk Mencapai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Yang Lestari dan Berkelanjutan

    Upaya pengelolaan terhadap sumberdaya pesisir dan laut terus dilakukan dalam rangka untuk mencapai keseimbangan ekosistem dan pemanfaatan yang Lestari dan berkelanjutan. Rare Indonesia Bersama Dinas Perikanan Kabupaten Buton Tengah bekerjasama untuk mendorong pengelolaan sumberdaya pesisir dan laut yang Lestari dengan mengutamakan keterlibatan Masyarakat sebagai pemeran utama. Pendampingan kepada Masyarakat melalui kegiatan-kegiaatan kampanye lingkungan merupakan tindakan nyata dan rutin dilakukan di site PAAP Kabupaten Buton Tengah.

    Kepala Dinas Perikanan, Muh. Rijal, SE., MH sekaligus sebagai Ketua Tim turut hadir pada pertemuan kelompok PAAP Mawasangka Tengah yang diselenggarakan di Aula Desa Watorumbe, 01/12/23. Pertemuan tersebut membahas terkait penguatan kapasitas kelompok PAAP yang memuat manajemen kelembagaan dan manajemen keuangan kelompok.

    Melalui kesempatan tersebut, Muh. Rijal, SE., MH selaku Kepala Dinas dan juga Ketua Tim juga memberikan arahan kepada pengurus yang hadir “Adanya kelompok PAAP khususnya di Mawasangka Tengah ini merupakan satu pergerkan penting dan sungguh-sungguh yang dilakukan oleh teman-teman rare bersama Dinas Perikanan untuk memberikan perhatian terhadap kelestarian sumberdaya perikanan dan juga kesejahteraan nelayan. Oleh sebab itu, Keterlibatan pengurus dalam kelompok sangat diperlukan. Misalnya Teman-teman pengurus di Divisi Pengawasan, dengan memperhatikan permasalah yang terjadi di wilayah kita terkait dengan adanya aktivitas penangkapan ikan yang menggunakan bahan peledak, maka peran kelompok perlu melakukan pendekatan persuasif dengan melibatkan pemerintah adat untuk duduk bersama membuat sebuah kesepakatan, harapannya melalui pengurus PAAP ini potensi sumberdaya ikan di Mawasangka Tengah ini dapat terjaga.

    Kegiatan pelatihan penguatan kapasitas kelompok PAAP dengan topik manajemen kelembagaan dan keuangan kelompok tersebut diberikan untuk membekali kelompok agar kedepannya lebih mandiri dalam melakukan kegiatan. Melalui pelatihan tersebut juga dilakukan simulasi pengajuan dana, pertanggungjawaban dan pembukuan keuangan kelompok yang disampaikan langsung oleh Pihak Rare dan didampingi oleh fasilitator dari Dinas Perikanan.

    Egerman Selaku Ketua Kelompok PAAP menyebutkan bahwa melalui pelatihan tersebut anggota pengurus perlu menunjukkan komitmennya untuk bersama-sama menjaga sumberdaya laut melalui kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan. “Saya berharap teman-teman bisa betul-betul komitmen untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang nanti kita laksanakan”Ungkapnya

  • Prioritaskan keselamatan pelayaran, Dinas Perikanan menyalurkan bantuan senter kepala, lampu navigasi dan life jacket untuk Nelayan di Kecamatan Talaga Raya.

    Prioritaskan keselamatan pelayaran, Dinas Perikanan menyalurkan bantuan senter kepala, lampu navigasi dan life jacket untuk Nelayan di Kecamatan Talaga Raya.

    Tingginya resiko kecelakaan dalam melakukan aktivitas penangkapan ikan di perairan laut menjadi tantangan bagi nelayan di beberapa wilayah. Minimnya sarana pendukung dan keselamatan bagi nelayan menjadi persoalan yang masih perlu menjadi perhatian. Menanggapi isu tersebut Pemerintah Daerah Kabupaten Buton Tengah melalui Dinas Perikanan terus mendorong peningkatan sarana pendukung dan keselamatan pelayaran bagi nelayan dengan menyalurkan bantuan berupa senter kepala, lampu navigasi dan life jacket. Bantuan tersebut disalurkan kepada nelayan khususnya di Kecamatan Talaga Raya pada Jumat 01 September 2023.

    Kecamatan Talaga Raya merupakan wilayah kepulauan yang berbatasan langsung dengan laut flores dengan pengaruh gelombang laut yang sewaktu-waktu bisa lebih besar. Resiko gelombang besar di beberapa lokasi fishing ground dapat menjadi ancaman bagi nelayan yang melakukan penangkapan ikan. Oleh sebab itu, sarana pendukung dan keselamatan pelayaran merupakan hal penting dan perlu untuk disalurkan di Kecamatan Talaga Raya.

    Bantuan berupa senter kepala, lampu navigasi dan life jacket diserahkan sebanyak 100 unit yang dibagi ke 9 (Sembilan) kelompok dari 7 (Tujuh) Desa di Kecamatan Talaga Raya, yaitu Desa Liwulompona, Talaga Satu, Talaga Dua, Pangilia, Talaga Besar Kokoe dan Wulu. Penyerahan dihadiri oleh Kepala Dinas Perikanan (Muh. Rijal, SE., MH), dan Kepala Bidang Pengembangan Usaha Perikanan Kabupaten Buton Tengah (Nirwan, S.Pi).

    Nirwan, S.Pi selaku Kepala Bidang Pengembangan Usaha Perikanan Tangkap menyampaikan bahwa penyaluran bantuan berupa sarana pendukung dan keselamatan kepada nelayan Kecamatan Talaga Raya tersebut merupakan wujud perhatian Pemerintah untuk memprioritaskan Keselamatan Nelayan dalam melakukan aktivitas sehari-harinya di laut. Dengan terjaminnya keselamatan nelayan diharapkan dapat mendukung aktivitas mereka dalam melakukan penangkapan ikan sehingga berdampak pada hasil tangkapan yang diperoleh.

    Melalui kegiatan penyaluran bantuan tersebut, Kepala Dinas Perikanan Muh. Rijal, SE., MH menghimbau kepada nelayan penerima manfaat agar bantuan yang diserahkan dapat digunakan dengan baik, tidak dimanfaatkan untuk kegiatan lain selain untuk mendukung aktivitas nelayan di laut, disamping itu juga nelayan penerima manfaat dilarang untuk mengalihkan bantuan yang telah diberikan kepada orang lain dalam bentuk apapun tanpa sepengetahuan Dinas Perikanan. 

    Hasimin, Salah satu perwakilan kelompok Nelayan dari Desa Talaga I merasa bersyukur dengan adanya bantuan yang diberikan tersebut “Kami sangat berterimakasih kepada pemerintah khsusnya Dinas Perikanan yang telah menyalurkan bantuan ini kepada kami. Dengan adanya bantuan ini kami berharap bisa melaut dengan tenang  terutama Ketika kami melaut pada malam hari dan ombak yang kencang”, Imbuhnya. 

  • Pertahankan Mutu Ikan Hasil Tangkapan Nelayan,  Dinas Perikanan Buteng Salurkan Bantuan Coolbox bagi Nelayan di Kecamatan Mawasangka

    Pertahankan Mutu Ikan Hasil Tangkapan Nelayan, Dinas Perikanan Buteng Salurkan Bantuan Coolbox bagi Nelayan di Kecamatan Mawasangka

    Ikan hasil tangkapan nelayan dapat mengalami perubahan mutu dengan cepat jika tidak ditangani dengan tepat.  Perubahan kualitas ikan dapat mempengaruhi harga jual sehingga bisa menyebabkan kerugian bagi nelayan.  Oleh karena itu, nelayan perlu melakukan penanganan yang tepat agar kualitas ikan tetap segar sampai di tangan konsumen.

    Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Buton Tengah melalui Dinas Perikanan memfasilitasi pemberian bantuan coolbox bagi nelayan, Kecamatan Mawasangka.   Bantuan coolbox yang diserahkan sebanyak 100 (seratus) buah. Bantuan diserahkan kepada nelayan yang tergabung dalam 13 (tiga belas) Kelompok Usaha Bersama (KUB) di Kecamatan Mawasangka.   

    Bantuan ini merupakan bentuk perhatian Pemerintah Daerah Khususnya Dinas Perikanan bagi nelayan di Kabupaten Buton Tengah.  Hal ini tentu juga menjawab keluhan dari para nelayan dan menjadi solusi untuk mempertahankan mutu ikan agar tetap segar sampai ke tangan konsumen, ungkap Nirwan, S.Pi, Kepala Bidang Pengembangan Usaha Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Buton Tengah.

    “Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Buton Tengah Muh. Rijal, SE., MH., menyatakan bahwa Kecamatan Mawasangka bukan hanya merupakan salah satu kecamatan penyuplai ikan di Kabupaten Buton Tengah, tetapi juga bagi kabupaten tetangga Khususnya Kabupaten Muna dan Kota Baubau.  Bahkan untuk ikan ikan ekonomis penting, seperti ikan kerapu, kakap merah dan gurita dikirim sampai keluar daerah dengan tujuan Kendari, Makasar dan Jakarta.

    “Bantuan coolbox ini sangat bermanfaat bagi kami, karena biasanya kami melaut selama 2-3 hari baru Kembali lagi ke Mawasangka”.  Jadi dengan adanya bantuan coolbox ini, ikan yang kami tangkap tetap segar sampai di Mawasangka, ungkap Hane salah satu nelayan penerima coolbox yang biasa menangkap ikan sampai di Kabaena.

  • Tingkatkan Daya Jelajah Kapal Nelayan,  Dinas Perikanan Buteng Salurkan Bantuan Mesin Kapal Perikanan bagi Nelayan di Kecamatan Talaga Raya

    Tingkatkan Daya Jelajah Kapal Nelayan, Dinas Perikanan Buteng Salurkan Bantuan Mesin Kapal Perikanan bagi Nelayan di Kecamatan Talaga Raya

    Untuk meningkatkan daya jelajah kapal nelayan dan meremajakan mesin kapal perikanan, Pemerintah Kabupaten Buton Tengah melalui Dinas Perikanan memfasilitasi pemberian bantuan mesin kapal penangkapan ikan yang berukuran lebih kecil dari 5 GT untuk mendorong peningkatan produksi perikanan tangkap melalui pengelolaan sumberdaya ikan yang Lestari dan berkelanjutan.   

    Bantuan mesin kapal tersebut berupa mesin TS sebanyak 21 (dua puluh satu) unit, yang diserahkan kepada nelayan yang tergabung dalam 4 (empat) Kelompok Usaha Bersama (KUB) di Kecamatan Talaga Raya.  Dengan adanya bantuan mesin kapal ini, diharapkan nelayan dapat menjangkau daerah penangkapan yang lebih luas. 

    Kepala Bidang Pengembangan Usaha Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Buton Tengah, Nirwan, S.Pi menyampaikan bahwa bantuan mesin TS yang diserahkan tersebut didesain dengan memperhatikan kebutuhan nelayan di Kecamatan Talaga Raya yang lebih dominan menggunakan mesin TS.   Harapannya adalah setelah bantuan tersebut diberikan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan hasil tangkapan nelayan yang berkontribusi terhadap pendapatan nelayan.  Kelompok nelayan penerima bantuan juga diberikan buku pencatatan hasil produksi dan diwajibkan melakukan pencatatan hasil tangkapan dan melaporkannya kepada Dinas Perikanan Buton Tengah. 

    “Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Buton Tengah Muh. Rijal, SE., MH., dalam arahannya pada saat penyerahan bantuan menyampaikan bahwa bantuan mesin kapal ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan tidak boleh diperjualbelikan atau dipindah tangankan kepada pihak lain.  Bantuan mesin kapal ini semata-mata digunakan untuk kapal penangkap ikan, sehingga bantuan yang diberikan dapat mendorong aktivitas penangkapan yang lebih produktif” ujarnya. (15.09.23).

    La Aebo, Nelayan penerima bantuan mesin kapal yang berasal dari Desa Talaga Besar menyampaikan sangat bersyukur bisa menerima bantuan mesin kapal tersebut.  “Kami sangat bersyukur dengan adanya bantuan ini.  Bantuan mesin kapal ini sangat membantu kami untuk mengganti mesin kapal kami yang sudah rusak. Mudah-mudahan dengan adanya bantuan ini kami bisa mendapatkan hasil yang lebih baik lagi karena bisa menjangkau daerah penangkapan yang lebih jauh”.

  • Mudahkan Nelayan Menangkap Ikan,  Dinas Perikanan Buteng Salurkan Bantuan Rumpon bagi Nelayan  di Kecamatan Mawasangka dan Kecamatan Mawasangka Timur

    Mudahkan Nelayan Menangkap Ikan, Dinas Perikanan Buteng Salurkan Bantuan Rumpon bagi Nelayan di Kecamatan Mawasangka dan Kecamatan Mawasangka Timur

    Rumpon merupakan salah satu jenis alat bantu penangkapan ikan yang dipasang di laut, baik laut dangkal maupun laut dalam.  Pemasangan tersebut dimaksudkan untuk menarik gerombolan ikan agar berkumpul di sekitar rumpon, sehingga ikan mudah untuk ditangkap. Pembuatan rumpon ikan sebenarnya adalah salah satu cara untuk mengumpulkan ikan dengan membentuk kondisi dasar laut menjadi mirip dengan kondisi karang-karang alami, di mana rumpon membuat ikan merasa seperti mendapatkan rumah baru.

    Ikan banyak ditemukan di rumpon berkaitan pula dengan pola rantai makanan dimana rumpon menciptakan suatu arena makan dan dimulai dengan tumbuhnya bakteri dan mikroalga ketika rumpon mulai dipasang. Selanjutnya makhluk renik dan hewan-hewan kecil akan menarik ikan-ikan yang berukuran lebih besar yang memangsa ikan-ikan berukuran kecil.

    Kepala Bidang Pengembangan Usaha Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Buton Tengah Nirwan, S.Pi, menyatakan bahwa tujuan pemberian bantuan rumpon ini adalah untuk memudahkan nelayan menangkap ikan.  Dengan adanya rumpon ini, nelayan dapat menghemat waktu dan bahan bakar, karena tidak perlu lagi mencari dan mengejar gerombolan-gerombolan ikan tetapi langsung mengarahkan kapalnya ke rumpon yang telah dipasang. Beberapa jenis ikan pelagis yang berkumpul di sekitar rumpon dan banyak ditangkap nelayan Kabupaten Buton Tengah antara lain ikan Tongkol, layang, kuwe, cakalang dan tuna.  Alat tangkap yang digunakan antara lain pancing dan gillnet.

    Rumpon yang diserahkan sebanyak 5 (lima) unit untuk 5 (lima) Kelompok Usaha Bersama (KUB), yakni di Desa Gumanano, Kancebungi dan Desa Wakambangura Kecamatan Mawasangka serta Desa Wambuloli Kecamatan Mawasangka Timur.  Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Buton Tengah, Muh. Rijal, SE., MH., berharap agar bantuan rumpon ini dapat meningkatkan produksi perikanan tangkap dan meningkatkan pendapatan nelayan di Kabupaten Buton Tengah.

  • Genjot Produksi Perikanan Tangkap, Dinas Perikanan Buteng Serahkan Bantuan 13 unit Kapal ukuran lebih kecil dari 5 GT bagi Nelayan di Kecamatan Talaga Raya dan Kecamatan Mawasangka Timur

    Genjot Produksi Perikanan Tangkap, Dinas Perikanan Buteng Serahkan Bantuan 13 unit Kapal ukuran lebih kecil dari 5 GT bagi Nelayan di Kecamatan Talaga Raya dan Kecamatan Mawasangka Timur

    Pemerintah Kabupaten Buton Tengah melalui Dinas Perikanan terus melakukan upaya positif dan konsisten dalam rangka meningkatkan kesejahteraan nelayan yang ada di Buton Tengah.  Salah satu Upaya yang dilakukan adalah dengan memfasilitasi pemberian bantuan kapal penangkapan ikan yang berukuran lebih kecil dari 5 GT untuk mendorong peningkatan produksi perikanan tangkap melalui pengelolaan sumberdaya ikan yang Lestari dan berkelanjutan.   

    Kepala Bidang Pengembangan Usaha Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Buton Tengah, Nirwan, S.Pi menyampaikan bahwa bantuan kapal yang diserahkan tersebut didesain dengan memperhatikan kebutuhan nelayan agar dapat menangkap ikan lebih jauh dari pesisir Pantai (memperluas daerah fishing ground).  Harapannya adalah setelah bantuan tersebut diberikan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan hasil tangkapan nelayan yang berkontribusi terhadap pendapatan nelayan.  Kelompok nelayan penerima bantuan juga diberikan buku laporan untuk dilaporkan kepada Dinas Perikanan Buton Tengah.  Penyerahan buku laporan tersebut bertujuan agar setiap penerima bantuan dapat berkontribusi terhadap pendataan hasil tangkapan ikan.

    Bantuan kapal yang diserahkan kepada nelayan sebanyak 13 (tiga belas) unit, dengan rincian 11 (sebelas) unit diserahkan kepada 11 (sebelas) Kelompok Usaha Bersama (KUB) di Kecamatan Talaga Raya dan 2 (dua) unit diserahkan kepada 2 (dua) Kelompok Usaha Bersama (KUB) di Kecamatan Mawasangka Timur.  Bantuan tersebut dilengkapi dengan sarana pendukung, antara lain: senter kepala, lampu navigasi, life jacket, tasi dan mata pancing.

    “Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Buton Tengah Muh. Rijal, SE., MH., dalam arahannya pada saat penyerahan bantuan menyampaikan bahwa bantuan kapal ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan tidak boleh diperjualbelikan atau dipindah tangankan kepada pihak lain.  Bantuan kapal ini semata-mata digunakan untuk menangkap ikan, sehingga bantuan yang diberikan dapat mendorong aktivitas penangkapan yang lebih produktif” ujarnya. (18.10.23).

    Sariadin, Nelayan penerima bantuan kapal yang berasal dari Desa Talaga Besar menyampaikan sangat bersyukur bisa menerima bantuan kapal tersebut.  “Kami sangat bersyukur dengan adanya bantuan ini.  Bantuan kapal ini sudah lama kami idam-idamkan dan sangat membantu kami dalam penangkapan ikan khususnya ikan tuna. Kami berharap dengan bantuan ini kami bisa mendapatkan hasil yang lebih baik lagi karena bisa menjangkau daerah penangkapan yang lebih jauh dan dapat digunakan untuk bermalam di laut”.