Kategori: Bidang Budidaya

Berita Bidang Budidaya

  • Kabupaten Buton Tengah Menjadi Salah Satu Calon Penerima Bantuan KBRL Tahun Anggaran 2026

    Kabupaten Buton Tengah Menjadi Salah Satu Calon Penerima Bantuan KBRL Tahun Anggaran 2026

    Salah satu upaya Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan RI dalam meningkatkan produksi rumput laut adalah dengan melaksanakan program pengembangan usaha bagi Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) melalui pemberian Bantuan Sarana dan Prasarana Budidaya Rumput Laut pada Tahun Anggaran 2026. Program ini bertujuan untuk meningkatkan produksi budidaya rumput laut, menjaga ketersediaan bibit unggul, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir. Bantuan yang akan disalurkan berupa paket budidaya rumput laut yang meliputi Kebun Bibit Rumput Laut (KBRL) dan Gracillaria. Kabupaten Buton Tengah menjadi salah satu calon penerima bantuan Kebun Bibit Rumput Laut (KBRL) jenis Eucheuma Cottonii. Sebagai bagian dari tahapan pelaksanaan program, pada tanggal 11 Februari 2026 telah dilakukan kegiatan survei calon lokasi dan calon penerima bantuan Kebun Bibit Rumput Laut di Desa Tanailandu, Kecamatan Mawasangka Kabupaten Buton Tengah. Kegiatan survei tersebut dilaksanakan oleh Dinas Perikanan Kabupaten Buton Tengah bersama Tim Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan RI yang menggandeng BPBAP (Balai Perikanan Budidaya Air Payau) Takalar guna memastikan kesiapan dan kelayakan calon lokasi, serta kesiapan calon kelompok penerima bantuan. Kegiatan diawali dengan diskusi dengan Pemerintah Desa dan Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) terkait kendala yang dihadapi selama ini dalam pengembangan usaha budidaya rumput laut. Kegiatan dilanjutkan dengan survey kondisi perairan calon lokasi KBRL. Dari hasil diskusi yang dilakukan diperoleh hasil bahwa masalah yang dihadapi oleh pembudidaya adalah kurangnya ketersediaan bibit. Rencananya, bantuan program KBRL tersebut akan diberikan kepada dua kelompok pembudidaya dengan total alokasi sebanyak 20 unit. Adapun luas area Kebun Bibit Rumput Laut (KBRL) yang direncanakan mencapai 5 hektar. Dengan adanya program ini, diharapkan ketersediaan bibit unggul di Kabupaten Buton Tengah dapat dipastikan, meningkatkan produktivitas usaha masyarakat, serta memperkuat sektor perikanan budidaya sebagai salah satu penopang ekonomi daerah.
  • Dinas Perikanan Melalui Bidang Pengembangan Usaha Perikanan Budidaya Adakan Pelatihan CBIB

    Dinas Perikanan Melalui Bidang Pengembangan Usaha Perikanan Budidaya Adakan Pelatihan CBIB

    Dinas Perikanan Kabupaten Buton Tengah Melalui Bidang Pengembangan Usaha Perikanan Budidaya  mengadakan Pelatihan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB), Pelatihan CBIB ini berlangsung satu hari tanggal 01 Juni 2024 di Kantor Desa Rahia  yang diikuti oleh 40 peserta Pembudidaya Rumput Laut dari Desa Rahia dan Desa Kamama Mekar. Tujuan dari pelatihan agar meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Pelaku Usaha akan pentingnya keamanan pangan khususnya pada kegiatan perikanan budidaya, hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman dan meningkatkan pengetahuan pelaku usaha budidaya rumput laut akan bahaya penggunaan pupuk bagi perairan sekitar.

    Pembukaan kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Rahia dan Kepala Desa Kamama Mekar beserta aparat kedua desa, staf Dinas Perikanan Kabupaten Buton Tengah, Penyuluh Perikanan KKP RI wilayah kerja Kabupaten Buton Tengah. dan dibuka langsung oleh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Buton Tengah, Bapak Muh. Rijal,SE.,MH, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan, berharap agar pelatihan ini nantinya dapat memahami cara melakukan budidaya ikan yang baik sehingga akan menghasilkan hasil yang maksimal.

    Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan para pembudidaya tentang cara budidaya ikan yang baik sehingga menghasilkan produk perikanan budidaya yang berkualitas serta dapat bersaing di pasar lokal, nasional maupun global.

    Ilham S.Pi selaku Pengawas Perikanan Muda BPBAP Takalar sebagai Pemateri mengharapkan bahwa bagi pelaku usaha Budidaya Rumput Laut di Desa Rahia dan Kamama Mekar dapat mengikuti kegiatan dan dapat memanfaatkan dengan sebaik mungkin sehingga pengalaman atau ilmu yang didapatkan dapat diterapkan.

    Tidak hanya itu, Panitia Pelatihan sekaligus Kepala Bidang Pengembangan Usaha Perikanan Budidaya, Erna Yuliati, S.Pi menyebutkan “Pelatihan ini mencakup berbagai materi yakni Bahaya Penggunaan Pupuk,  keamanan hasil perikanan budidaya, Pengelolaan resiko unit budidaya, Pengelolaan kesehatan ikan dan Prosedur pengendalian proses budidaya,”tuturnya.

    “Pembudidayaan ikan merupakan bagian dari perekonomian nasional yang berwawasan kemandirian dan memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat nantinya. Berharap dapat mengubah mindset Pembudidaya Rumput Laut untuk mengembangkan semua ilmu yang akan didapatkan lalu mengimplementasikan pada usaha budidaya yang ditekuni.”tambahnya.

  • Mengenal Jenis-Jenis Lobster yang Ada di Kabupaten Buton Tengah

    Mengenal Jenis-Jenis Lobster yang Ada di Kabupaten Buton Tengah

    Lobster (Panulirus spp.) dikenal sebagai salah satu jenis hasil laut dari kelompok crustacea yang memiliki nilai ekonomis tinggi di antara jenis crustacea lainnya seperti udang dan kepiting. Lobster dikenal sebagai kuliner mewah karena harganya yang sama sekali tidak murah. Hal ini dikarenakan lobster sangat sulit ditangkap atau dibudidayakan sehingga harganya jadi mahal. Lobster banyak sekali jenisnya, tapi dari sekian banyak tersebut, ada lima macam lobster unggulan yang dapat ditemui di perairan Kabupaten Buton Tengah.

    1. Lobster Bambu (Panulirus versicolor)

    Lobster bambu yang memiliki warna campuran antara orange dan hijau seperti bambu. Selain itu, ciri-ciri fisik luarnya adalah adanya garis-garis berwarna hitam dan putih yang melintang di sepanjang badan lobster. Lobster bambu juga sering dijuluki dengan nama lobster hijau ini hidup di perairan laut dengan kedalaman hingga 15 meter.

    1. Lobster Pasir (Panulirus homarus)

    Lobster pasir menjadi jenis lobster yang paling banyak dijumpai di Indonesia. Ciri-ciri dari lobster pasir adalah warnanya yang agak gelap cenderung cokelat keabu-abuan dengan antena yang sangat panjang dan kokoh. Selain itu ada bintik-bintik putih di sepanjang badan atasnya. Ukuran dari lobster pasir jantan biasanya dua kali lebih besar dibanding lobster pasir betina.

    1. Lobster Batu (Panulirus penicillatus)

    Jika dilihat sekilas, lobster batu agak mirip dengan lobster bambu karena sama-sama memiliki corak garis-garis berwarna hitam dan putih yang kentara. Tapi warna lobster batu cenderung lebih pucat dan kita bisa saja mengira kalau lobster batu ini tidak fresh. Disebut dengan nama lobster batu karena lobster jenis ini memang ditemukan di bebatuan atau sela-sela karang yang ada di laut dalam.

    1. Lobster Batik (Panulirus longipes)

    Kalau jenis lobster yang satu ini pasti bisa dengan mudah kamu kenali karena memiliki corak seperti kain batik sehingga dinamakan sebagai lobster batik. Lobster batik memiliki warna dasar cokelat dengan corak bintik-bintik putih, hitam, dan orange seperti warna kain batik kebanyakan. Lobster batik memiliki cita rasa manis yang lebih terasa dibanding jenis lobster lainnya.

    1. Lobster Mutiara (Panulirus ornatus)

    Lobster mutiara yang memiliki harga paling mahal. Hal ini dikarenakan lobster mutiara sangat sulit ditangkap karena hanya hidup di perairan yang ombaknya sangat besar. Lobster mutiara memiliki corak punggung biru kehijauan dengan tekstur kulit berbintik warna putih dan kuning. Berhubung dagingnya sangat tebal, lobster mutiara sering dijadikan menu sashimi.

  • Buton Tengah Sebagai Sentra Budidaya Lobster

    Buton Tengah Sebagai Sentra Budidaya Lobster

    Hasil survei para ahli yang menyatakan bahwa Buton Tengah merupakan surganya emas bawah laut untuk Lobster serta tekad Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Buton Tengah Muh. Rijal untuk menjadikan Kabupaten Buteng sebagai Lumbung Lobster di Sulawesi Tenggara sangatlah beralasan, dengan melihat potensi bibit lobster yang berlimpahnya yang ada di Selat Spelman sekitar Kecamatan Mawasangka.
    Salah satu bukti nyata berlimpahnya bibit lobster di Kecamatan Mawasangka dapat dilihat dari ketersediaan bibit lobester setiap saat ada permintaan.

  • Karamba Percontohan Dinas Perikanan Kab.Buton Tengah

    Karamba Percontohan Dinas Perikanan Kab.Buton Tengah

    Dinas Perikanan Kabupaten Buton Tengah memiliki Karamba Percontohan untuk Budidaya Lobster. Karamba ini dilengkapi dengan pincara. Bantuan ini bersumber dari Dana Alokasi Umum Tahun Anggara 2022.

    Kepala Dinas Perikanan, Muh. Rijal,SE.,MH menyatakan “Karamba ini digunakan sebagai percontohan untuk meningkatkan produktivitas masyarakat nelayan dalam melakukan budidaya Lobster di perairan Kab. Buton Tengah Khususnya di perairan Teluk Liana Banggai yang notabene merupakan kawasan teluk yang cocok untuk budidaya Lobster sesuai  potensi yang dimiliki”.Ungkapnya

  • 14 Kelompok Pembudidaya Ikan Menerima Bantuan Cool Box Dari Dinas Perikanan Kabupaten Buton Tengah

    14 Kelompok Pembudidaya Ikan Menerima Bantuan Cool Box Dari Dinas Perikanan Kabupaten Buton Tengah

    Dinas Perikanan Kabupaten Buton Tengah melalui Bidang Pengembangan Usaha Perikanan Budidaya menyerahkan bantuan Coolbox untuk Pembudidaya Ikan pada tanggal 27 September dan 29 September 2023.

    Bantuan Coolbox ini diberikan pada 14 (Empat Belas) kelompok Pembudidaya yang tersebar di beberapa desa  yakni, Kelompok “Karamba Jaya” Desa Onewaara, Kelompok “Waara Imo” Desa Waara, Kelompok “Boneoge Kaenta” Kelurahan Boneoge, Kelompok “Bobara Madongka” Desa Madongka, Kelompok “Wajogu Bersatu” Desa Wajogu, Kelompok Lolibu Sejahtera Desa Lolibu, Kelompok Mutiara Lobster Kelurahan Wotolo, Kelompok “Lobster Karang” Desa Wakambangura, Kelompok “Biota Laut” Desa Kancebungi, Kelompok “Kadete Bersama” Desa Lalibo, Kelompok “Bobara Maju” Kelurahan Lakorua, Kelompok “Arjuna” Desa Lanto, Kelompok “Kenta Kahitela” Desa Langkomu, Kelompok “Watorumbe Berkah” Desa Watorumbe.

     

    Bantuan Ini diserahkan Langsung oleh Kepala Dinas Perikanan Muh. Rijal, SE.,MH didampingi oleh Kepala Bidang  Budidaya Erna Yuliati, S.Pi beserta Kasi Budidaya dan Staf. Dalam Sambutannya Kepala Dinas Perikanan mengatakan “Bantuan Coolbox ini merupakan upaya pemerintah kabupaten Buton Tengah guna membantu pembudidaya dalam mempertahankan kualitas pakan dan kualitas ikan hasil panen, sehingga dapat meningkatkan harga jual, serta mendorong kelompok dalam meningkatkan produksi hasil budidaya Ikan”. Ungkapnya.

    Diharapkan bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dalam upaya peningkatan kesejahteraan dan pendapatan pembudidaya di Kabupaten Buton Tengah.

  • Penyerahan Bantuan Sarana Budidaya Rumput Laut berupa Tali dan Pelampung Bola di 12 Desa/ Kelurahan di Kecamatan Mawasangka

    Penyerahan Bantuan Sarana Budidaya Rumput Laut berupa Tali dan Pelampung Bola di 12 Desa/ Kelurahan di Kecamatan Mawasangka

    Melalui Dinas Perikanan kab. Buton Tengah menyalurkan bantuan fisik berupa Tali dan Pelampung Bola yang tersebar di 12 (dua belas) Desa/ Kelurahan kecamatan Mawasangka di kab. Buton Tengah, penyaluran bantuan ini dilaksanakan pada selasa, (29/08/2023) hingga Selasa (05/09/2023) lalu.

    Bantuan tersebut berupa sarana budidaya rumput laut dengan sasaran penyaluran bantuan adalah Pokdakan “Pendeka” Desa Gumanano, Pokdakan “Agar-Agar Bersinar” Desa Wakambangura, Pokdakan “Labesu Jaya” Desa Wakambangura II, Pokdakan “Harapan Balobone” Desa Balobone, Pokdakan “Panbar” Kelurahan Mawasangka, Pokdakan “Petani Berkah” Desa Oengkolaki, Pokdakan “Suka Maju” Desa Banga, Pokdakan “Labale Jaya” dan Pokdakan “Pasir Timbul” Desa Tanailandu, Pokdakan “Kaleleha” Desa Polindu, Pokdakan “Brokoli Tampunawou” Desa Kanapa-Napa, Pokdakan “Laut Biru” Desa Terapung, Pokdakan “Wakaito Permai” dan Pokdakan “Sango-Sango” Desa Air Bajo.

    Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Buton Tengah, Muh. Rijal, SE.,MH menyatakan selain bantuan bibit rumput laut pada 14 Pokdakan tersebut, termasuk sarana budidaya rumput laut juga disalurkan, terdiri dari Tali Nylon 1 MM sebanyak 756 Kg, Tali Nylon 4 MM sebanyak 2.100 Kg, Tali Nylon 8 MM sebanyak 1.470 Kg, dan pelampung bola terdiri dari Pelampung Bola (Diameter 30 cm) sebanyak 1.680 Buah dan Pelampung Bola (Diameter 10 cm) sebanyak 7.980 Buah. “Itulah jenis bantuan sarana dan prasarana yang diberikan pada pokdakan budidaya rumput laut, bantuan ini tentu bersumber dari Dana Alokasi Khusus Fisik Bidang Kelautan dan Perikanan Tahun Anggaran 2023, melalui Dinas Perikanan Buton Tengah, “ungkap Muh. Rijal.

    Penyerahan bantuan paket budidaya rumput laut diserahkan langsung oleh Kepala Seksi Diklat dan Pendampingan Usaha Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Kab. Buton Tengah  Tri Karolina Kadir Putri, S.Tr.Pi.,M.Si, disaksikan oleh pemerintah Desa setempat, Penyuluh Perikanan, dan Staf Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Buton Tengah.

    Dalam penyerahan tersebut kasi budidaya tersebut, menyampaikan bahwa penyerahan bantuan paket budidaya rumput laut di wilayah ini, berpotensi agar pengembangan budidaya rumput laut di Kecamatan Mawasangka mendukung keberlanjutan dan peningkatan usaha budidaya  rumput laut yang berkualitas sehingga ketersediaannya terus berkesinambungan. “Jadi, Kedepannya diharapkan pengembangan budidaya rumput laut di kecamatan Mawasangka, tidak  terkendala oleh kurangnya ketersediaan bibit dan sarana budidaya rumput laut, “ujar Karolina.

    Pada Kesempatan ini juga salah satu warga penerima bantuan, sangat mengapresiasi kepada Dinas Perikanan Buton Tengah, atas seluruh bantuan yang diberikan. “saya apresiasi kepada Dinas Perikanan Buton Tengah yang senantiasa terus bersinergi  untuk menyalurkan bantuan sarana budidaya rumput  laut di Desa Tanailandu sehingga masyarakat kami sangat terbantu.” Ujar Amsini (salah satu penerima bantuan sarana budidaya rumput laut).

    Untuk itu, Dinas Perikanan Buton Tengah berharap kepada penerima manfaat untuk meningkatkan kemampuan, keterampilan dan pengetahuan bagi kelompok pembudidaya dalam usaha budidaya rumput laut. Serta diharapkan penerima bantuan  dalam melakukan budidaya Rumput Laut dapat Produktif, bermutu, berdaya saing, dan menguntungkan dengan tetap menjaga kelestarian sumberdaya perikanan dan lingkungannnya secara berkelanjutan.

  • Dinas Perikanan Menyalurkan Bantuan Sarana Budidaya Rumput Laut untuk 7 Kelompok di Kecamatan Talaga Raya, Kabupaten Buton Tengah

    Dinas Perikanan Menyalurkan Bantuan Sarana Budidaya Rumput Laut untuk 7 Kelompok di Kecamatan Talaga Raya, Kabupaten Buton Tengah

    Sebanyak 7 Kelompok pembudidaya rumput laut di Kecamatan Talaga Raya, Kabupaten Buton Tengah, menerima 3 Jenis bantuan dari Dinas Perikanan Kabupaten Buton Tengah. Penyaluran Bantuan dilakukan secara bertahap melalui program Dana Alokasi Khusus Tahun 2023. Mulai dari bantuan bibit rumput laut Cottonii, sebanyak 4.896 Kg Pada Rabu (16/08/2023) dan Jumat (17/08/2023). Tali Nylon 1 mm sebanyak 378 Kg, Tali Nylon 4 mm sebanyak 1050 Kg, Tali Nylon 8 mm sebanyak 1470 Kg dan Pelampung Bola (diameter 10 cm) sebanyak 4.200 buah serta Pelampung Bola (diameter 30 cm) sebanyak 630 buah pada Senin (11/09/2023) dan Selasa (12/09/2023).

    Penyerahan bantuan sarana budidaya rumput laut tersebut di serahkan langsung  oleh Kepala Dinas Perikanan, Muh. Rijal, SE.,MH, dan didampingi oleh Kabid Pengembangan Usaha Perikanan Budidaya, Erna Yuliati, S.Pi. Kepala Seksi Diklat dan Pendampingan Usaha Perikanan Budidaya, Tri Karolina Kadir Putri, S.Tr.Pi.,M.Si serta staf bidang budidaya.

     

    Muh. Rijal menyebut ada sebanyak 7 Pokdakan (Kelompok pembudidaya ikan) yang menerima bantuan Sarana Budidaya Rumput Laut. 3 Pokdakan diantaranya dari Desa Talaga Besar, 3 Pokdakan dari Desa Kokoe dan 1 Pokdakan dari Desa Wulu.Kata Muh. Rijal kepada masyarakat penerima bantuan.

    Menurut  Muh. Rijal, bantuan yang diberikan kepada kelompok pembudidaya rumput laut tersebut menunjukkan perhatian pemerintah pusat kepada pemerintah daerah. “Perhatian ini juga bukan datang tiba-tiba tapi merupakan hasil kerja keras dari kami semua di jajaran pemerintah daerah,” ucapnya. Dia menyampaikan, bantuan sarana budidaya rumput laut juga merupakan implementasi dari ditetapkannya Kabupaten Buton Tengah sebagai kampung perikanan budidaya rumput laut sesuai KEPMEN KP RI. No.111Tahun 2023 Tentang Kampung Perikanan Budidaya.

    Muh Rijal menuturkan, bantuan Sarana budidaya rumput laut tersebut untuk menyediakan bibit rumput laut yang berkualitas dan berkesinambungan. “Sehingga biaya pengadaan bibit yang didatangkan dari luar daerah dapat diminimalisir. Selain itu juga sebagai salah satu faktor penentu keberhasilan usaha budidaya adalah ketersediaan bibit unggul,” ungkapnya.